S2 FARMASI UNAIR


a. DESKRIPSI PROGRAM STUDI

Program Magister (S2) Ilmu Farmasi diselenggarakan sejak tahun 1984, berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 117/DIKTI/KEP/1984 berstatus terakreditasi B. Sampai saat ini, Prodi telah meluluskan 118 orang Magister Farmasi dan sejak tahun 2007 telah mengembangkan 7 minat studi, meliputi Analisis Farmasi, Biomedik Farmasi, Kimia Bahan Alam, Manajemen dan Kebijakan Farmasi, Kosmetik, Sistem Penghantaran Obat yang dikelola oleh 31 dosen (10 orang yang masuk Home Base sesuai EBSBED) dengan kualifikasi doktor dan Guru Besar. Program outsourcing untuk rekurmen staf ahli atau praktisi juga telah dikembangkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.Saat mulai berdiri, program studi (Prodi) S2-IF FF-Unair dikoordinasi oleh Prof. Dr. Widji Soeratri, Apt. (1999-2002), kemudian digantikan oleh Dr. Djoko Agus Purwanto, M.Si., Apt. (2002-2007) dan Dr. Isnaeni, MS., Apt. yang menjabat Ketua Program Studi mulai 2008 hingga sekarang berdasarkan SK Rektor No. 2138/JO3/OT/2008 (Lampiran 5). Sejak tahun 2004 pengelolaan Prodi S2-IF yang sebelumnya berada di bawah kelola Program Pascasarjana, secara penuh dikelola oleh Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Selanjutnya Prodi S2-IF beroperasional di jalan Dharmawangsa Dalam Surabaya, menjadi satu unit dengan Program S1 dan Spesialis Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga.  Mulai tahun 2008, mahasiswa angkatan 2007/2008 dan angkatan sebelumnya mengikuti kurikulum lama, sedangkan mahasiswa angkatan 2008/2009 mengikuti kurikulum baru yang menerapkan percepatan masa studi dengan menempuh ujian proposal pada akhir semester II. Hal ini dimungkinkan, karena pada saat tes masuk calon mahasiswa baru sudah diminta menentukan pilihan Minat Studi dan menetapkan topik atau ruang lingkup penelitian tesisnya. Jumlah total SKS yang harus ditempuh oleh mahasiswa Prodi S2-IF adalah 38 selama tiga semester atau satu setengah tahun. Pada Semester gasal 2008/2009 mahasiswa angkatan 2008/2009 mulai mengikuti kuliah Wajib Prodi (6 sks) dengan sistem blok, sehingga pada akhir bulan September 2008, seluruh mahasiswa sudah dapat mulai menempuh mata kuliah Wajib Minat Semester I. Pada semester II mahasiswa tinggal menempuh sisa mata kuliah Wajib Minat  dan Mata Kuliah Penunjang Tesis.Ditinjau dari prestasi mahasiswa, jumlah mahasiswa dengan IPK>3,75 adalah tiga dan satu orang mahasiswa masing-masing untuk angkatan 2006/2007 dan 2007/2008. Mahasiswa angkatan 2006/2007 yang lulus cum laude lebih dari 75%. Dengan demikian, harapan untuk melanjutkan studi atau program doktor dapat terlaksana baik di dalam maupun di luar negeri. Beberapa mahasiswa memang berkeinginan lanjut program S3 baik di dalam maupun di luar negeri. Dari sebaran nilai IPK dalam Tabel tersebut nampak bahwa rata-rata IPK terendah (3,51) yang masih berada di atas nilai persyaratan lulus (>2,75), menunjukkan bahwa kualitas lulusan ditinjau dari prestasi akademik sudah bagus, dan sebanyak 62,23% mahasiswa telah memiliki job, sehingga capaian selama mengikuti program diharapkan dapat meningkatkan derajat kompensi di tempat kerja mereka.   

b. KEUNGGULAN PROGRAM STUDI

Secara global, outcome Prodi S2-IF sampai dengan tahun 2009 terlihat dari sustainability program yang telah berhasil membidani para doktor dan Guru Besar ilmu farmasi yang bergerak di bidang pendidikan dan penelitian atau pengembangan ilmu pengetahuan. Beberapa alumni telah menduduki jabatan penting sebagai pemangku kepentingan di Pendidikan Tinggi dan/ atau instansi lain baik dari sektor pemerintah maupun swasta. Di sisi lain, berbagai produk obat baik moderen maupun tradisional sebagai hasil penelitian telah berhasil dipasarkan dan dipatenkan. Berbagai bentuk kerjasama dengan institusi perguruan mulai tingkat nasional sampai dengan tingkat internasional telah dibangun. Rintisan double degree yang akan dijalin dengan Bonn University dan joint research, staff serta student exchange telah dilakukan dengan Universitas di lingkungan Pendidikan Tinggi di kawasan Asia. Percepatan masa studi yang sudah dikembangkan Adanya integrasi antara Prodi S2 dan S3 Ilmu Farmasi (yang sedang diproses pendiriannya) membuka peluang bagi mahasiswa S2 untuk melanjutkan Program S3, bahkan mengambil program ”sandwhich” di luar negeri. 

c. REVIEW KURIKULUM

Jumlah SKS yang harus ditempuh oleh mahasiswa magister untuk menyelesaikan Program Magister sekurang-kurangnya 38 SKS. Sebaran kurikulum diklasifikasikan menjadi (1) Mata Kuliah Wajib Prodi, yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa, (2) Mata Kuliah Wajib Minat yang hanya ditempuh oleh mahasiswa yang memilih minat tertentu dan (3) Mata Kuliah penunjang tesis, yang hanya ditempuh oleh beberapa mahasiswa sesuai dengan judul penelitian (tesis) yang dipilih. Persyaratan lain telah dituangkan dalam Peraturan Akademik antara lain yang menyangkut batas minimal nilai untuk menyatakan lulus, batas minimal untuk ujian proposal dan tesis, persyaratan jumlah SKS yang harus dipenuhi untuk menempuh ujian proposal dan tesis serta persyaratan IPK untuk lulus cumlaude. Tabel berikut menyajikan struktur kurikulum Prodi S2-IF hasil revisi kurikulum sebelumnya. 

d. SYARAT-SYARAT YANG DIBUTUHKAN

            Untuk memenuhui kompetensi lulusan Prodi S2-IF, mahasiswa yang berminat menempuh Program Magister Ilmu Farmasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:a.      Mampu mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode, kaidah ilmiah disertai      keterampilan penerapannya, sehingga meningkatkan daya saing bangsa di skala nasional      maupun internasionalb.      Mampu memecahkan masalah kefarmasian dan bidang lain terkait melalui kegiatan penelitian  dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiahc.       Mampu mengembangkan kinerja profesional kefarmasian yang ditunjukkan dengan ketajaman  analisis permasalahan, keserbacukupan tinjauan,  kepaduan pemecahan masalah atau profesi serupa Untuk itu, kualifikasi calon mahasiswa Prodi S2-IF sebagai berikut:

  1. Lulus sarjana farmasi atau bidang lain yang relevan, misalnya kimia atau biologi
  2. IPK lebih besar atau sama dengan 2,5
  3. Memiliki nilai TOEFL/TOEFL LIKE minimal 450
  4. Telah menetapkan pilihan salah satu minat studi
  5. Telah menetapkan topik penelitian atau tesis
  6. Telah menghubungi salah seorang staf S2 yang relevan dengan topik penelitian yang akan ditempuh

 

e.  GELAR YANG DIBERIKAN

Gelar yang diberikan bagi lulusan Magister Ilmu Farmasi adalah Magister Farmasi, disingkat M. Farm

f. BIAYA PENDIDIKAN

Beaya Sumbangan Pendidikan untuk Prodi S2-IF adalah Rp 5.000.000,00/semester, sedangkan dana Sumbangan Program Pengembangan Pendidikan (SP3) Rp. 5 juta dibayarkan sekali di awal pendaftaran ketika mahasiswa dinyatakan diterima.Selain itu, mahasiswa dari instansi pendidikan mendapat bantuan beasiswa BPPS lebih kurang sebesar Rp. 2.375.000/mahasiswa/bulan.